Radar 24jam

Radar Nusantara Group

DIDUGA REKAYASA RAPB DESEMBER TAHUN 2019 DESA TOMPOTANA KABUPATEN TAKALAR.

Takalar : Radar24jam.com

Seyogyanya anggaran Dana Desa yang selama ini digelontorkan oleh Pemerintah Pusat kepada pemerintah desa untuk dimanfaatkan sebesar-besar untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat desa.

Namun, hal ini oleh sebagian orang memanfaatkan dana desa untuk kepentingan pribadi dan menguntungkan diri sendiri atau sekelompok orang.

Seperti halnya terjadi disalah satu desa tepatnya di Dusun Tompotana Desa Tompotana Kecamatan Tanakeke Kabupaten Takalar diduga anggaran dana desa tahun 2019 direkayasa.

Pasalnya, item Pembangunan RAPBDes anggaran tahun 2019 tidak sesuai fakta dan bukti yang sebenarnya, terkait 2 item anggaran pembangunan yakni pembangunan Dermaga sebesar Rp. 160.000.000,- dan pembangunan Gedung Serba Guna sebesar Rp. 429.000.000,- di obyek yang sama.

Hal ini patut diduga anggaran pembangunan dengan menggunakan sumber dari dana desa oleh aparat pemerintah desa yang waktu itu menjabat melakukan kegiatan pembangunan seperti yang dimaksud tidak sesuai dengan fakta dan bukti yang sebenarnya diduga tidak ada alias fiktif.

Olehnya itu 2 item pembangunan yakni Dermaga dan Gedung Serbaguna yang pelaksanaannya dikerjakan di lokasi obyek yang sama, dimana awalnya akan dibangun Gedung Serbaguna dan disusul anggaran untuk pembangunan Dermaga di tahun anggaran RAPBDes yang sama.

Salah seorang warga desa setempat yang namanya tidak ingin di publikasikan membenarkan hal tersebut, karena pembangunan Dermaga yang dianggarkan sebesar Rp. 160.600.000,- sampai sekarang tidak ada sebagai Dermaga alias fiktif sesuai rencana, Sabtu (09/01/2021).

Dirinya juga mengetahui benar sejak awal sesuai RAPBDes tahun 2019 akan dibangun Gedung Serbaguna, namun entah mengapa dimasukkan juga anggaran pembangunan Dermaga sesuai Laporan Pertanggungjawaban Jawaban (LPJ) di desa sebagai dasar pembangunan Dermaga.

Selain itu, menurutnya pembangunan Gedung Serbaguna yang anggarannya sebesar Rp. 429.000.000,- sesuai RAPBDes tahun 2019 juga dapat disampaikan bahwa diduga terjadi Mark Up anggaran terhadap bangunan tersebut.

“Sejak awal benar ada pembangunan yang mungkin dikatakan itu adalah dermaga, tapi itu dijadikan sebagai pondasi bangunan untuk pembangunan gedung serbaguna”, tutur seorang warga.

Lebih lanjut, “jadi dapat dikatakan dalam peribahasa terhadap 2 pembangunan tersebut yaitu Sekali Mendayung Dua Pulau Terlewati, atau sekali membangun 2 anggaran proyek pembangunan teratasi”, ujar warga yang tidak ingin namanya dipublikasikan.

Bendahara Desa Tompotana Awaluddin yang waktu itu dikonfirmasi melalui akun WhatsApp mengatakan bahwa sejak awal pembangunan Gedung Serbaguna dan Dermaga terjadi tumpang tindih pembangunan, Minggu (10/01/2021).

Menurutnya hal ini dikarenakan lokasi obyek yang sama direncanakan awalnya dibangun Dermaga kemudian dilanjutkan dengan pembangunan Gedung Serbaguna dan kegiatan ini dimulai dari nol pondasi bangunan untuk Gedung Serbaguna.

Dirinya selaku Bendahara Desa Tompotana mengungkapkan bahwa 2 item pembangunan ini terjadi tumpang tindih dan pembangunan Dermaga yang dimaksud sesuai RAPBDes tahun 2019.

Bahkan, dirinya juga tidak membenarkan jika pembangunan Dermaga tersebut dikatakan tidak ada alias diduga fiktif.

Oleh karena pembangunan Dermaga yang dimaksud, di atas obyek tersebut juga dibangun Gedung Serbaguna, sehingga pembangunan Dermaga di tahun yang sama tidak nampak secara nyata.

“benar itu anggaran pembangunan 2 item tumpang tindih dalam pelaksanaan dan pembangunan Dermaga berupa tanggul keliling”, tuturnya.

“Lagipula sejak awal tujuan rencana di desa adalah pembangunan gedung serba guna”, ujar seorang Bendahara Desa Tompotana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *