Radar 24jam

Radar Nusantara Group

APAKAH DENGAN SEGALA KONTRAVERSI YANG DICIPTAKAN DIREKTUR BUMD PT. PELABUHAN DUMAI BERSERI NURUL AMIN SE. MM, SEWA GEDUNG KANTOR MILIK HENDRAWAN MASIH BERLANJUT?

Dumai : Radar24jam.com

Gedung kantor BUMD PT. Pelabuhan Dumai yang terletak di jalan Lintas Soekarno- Hatta, Kelurahan Bukit Batrem, masih mengundang pertanyaan.
Pasalnya, meski harga sewa pakai gedung kantor sebesar Rp.75 juta dinilai tinggi, untuk ukuran lahan konsesi beralamat di Jalan Soekarno-Hatta nomor 08 RT 01, Kelurahan Bukit Batrem Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, penelusuran jurnalis sewa menyewa gedung yang dimulai sejak 01 September 2018 lalu tampaknya terus berlanjut. 
Hal ini ditunjukkan dengan masih enggannya Nurul Amin SE, MM Cs (bersama management BUMD PDB) beranjak tinggalkan kantor. 
Padahal BUMD PT. Pelabuhan Dumai Berseri memiliki asset gedung megah dengan banyak ruang kosong di Terminal Pelabuhan (TP) Bandar Sri Junjungan, yang justru disewakan pada pihak lain.


Salah satu ruangan disewakan kepada PT. Krakatau Bandar Samudera.

Padahal masyarakat umum termasuk pembaca Radar24jam.com masih di hangatkan dengan berita karyawan/i PDB yang sampai saat ini (Januari 2021), menerima setengah gaji, karena Nurul Amin melakukan pemotongan sebesar 50%.
Pemotongan gaji dilakukan Nurul Amin sejak bulan Oktober, November dan Desember 2020. 
Sementara di 2 BUMD lainnya tidak ada mengalami pemotongan gaji sebesar 50%.
Dalam rekaman yang di miliki Radar24jam.com, Nurul Amin mengakui sewa gedung kantor tersebut, walau sempat berkelit.
Meski sempat berkelit-kelit mengatakan belum pernah membayar, tapi setelah Radar24jam.com menyebut harga sewa, barulah Nurul Amin mengakui sudah membayar gedung kantor milik Hendrawan (pria kelahiran 21 April 1976).
Dalam Surat Perjanjian Sewa Pakai Gedung Kantor, antara Nurul Amin dengan Hendrawan tanggal 31 Agustus 2018, tertulis Hendrawan yang dimaksud memiliki pekerjaan sebagai Pengurus Ikatan Adat Melayu Dumai, dengan nomor KTP : 19760043.
Keanehan demi keanehan terus terjadi dengan kekuasaan Nurul Amin yang sewenang-wenang.
Apalagi beredar kabar yang bisa dipertanggungjawabkan, kalau di BUMD provinsi Riau, PT. Pengembangan Investasi Riau (PIR) saat ini, Nurul Amin SE, MM masuk 5 besar dalam seleksi komisaris dan menunggu sesi wawancara. 
Apakah Nurul Amin akan meninggalkan PT. PDB dengan segala masalah yang diciptakan nya?
Apakah sewa gedung kantor di lahan konsesi masih di lanjutkan Direktur Nurul Amin SE, MM?

Bagaimana dengan karyawan/i yang diangkat dengan jabatan dan gaji besar selama kepemimpinannya?
Terbaru, penempatan dua karyawan baru (Syukrijal dan Ikip) yang diposisikan sebagai Plt. Sekretaris dan Assisten Manager Kepelabuhanan, oleh Nurul Amin SE, MM, yang dituangkan dalam laporan RKAP P 2020, tidak di terima oleh Sekda kota Dumai Herdi Salioso sebagai Dewan Komisaris PT. PDB.
Tapi oleh Nurul Amin hal tersebut kembali di usulkan pada RKAP 2021 PT. PDB dengan grid 1. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *