Radar 24jam

Radar Nusantara Group

SUDAH DUA TAHUN LAMANYA PEMBANGUNAN MASJID AT-TAQWA TAHAP II TERBENGKALAI.

Kepulauan Riau : Radar24jam.com

Terbengkalai nya pembangunan Masjid At-Tawwa tahap II  yang terletak di Jl. Merdeka Desa Penuba Kecamatan Selayar, Labupaten Lingga menuai tanda tanya oleh masyarakat.

Lagi-lagi sari hasil tangkapan kamera handphone Wartawan Pada Jum’at  (08/01/2021) sekira pukul 17.00 WIB, terlihat sangat memprihatikan. Satu buah rumah ibadah yang sudah menempel lumut karena hujan dan danas dengan waktu yang begitu lama akibat lambatnya proses pekerjaan Tahap II oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dari sejak tahun 2019 hingga hari ini belum ada kejelasan untuk kelanjutannya.

Pembangunan Masjid  Pada Tahap I Dengan  Menggunakan Anggaran  Dana APBD Provinsi Kepulauan riau Thn 2019 Dengan Program melalui Dinas perumahan dan Kawasan  pemukiman  (DPKP) provinsi Kepri  yang Di himpun  dari dana pajak tahap pertama dengan Pagu  anggaran Rp. 825,553,964,51 juta yang di kerjakan CV. TANJAK GEMILANG  dengan masa pekerjaan 120 hari kalender sudah pun aelesai dilaksanakan

Setelah Tahap I dikerjakan Pada oktober 2019 lalu, namun hingga tahun 2021 pembangunan tersebut tampak terbengkalai. Masih menunggu kepastian pembangunan Tahap II yang Katanya akan di lanjutkan  Pada tahun 2020.

Sayangnya Sebagaimana yang kita ketahui  hingga sampai tahun 2021 namun pekerjaan tahap II belum juga dilanjutkan.

Sebelumnya, Zakaria Selaku Ketua Pengurus masjid At-Taqwa yang dikonfirmasi wartawan  melalui pesan WhatsApp menyampaikan “Menurut info sudah pada tahap lelang, pemenangnya saya tidak tau, saya tanya dengan yang ikut lelang”, jelasnya melalui pesan WhatsApp pada tanggal  (24/07/2020) yang lalu

Anehnya hingga sekarang tidak ada kabar berita seperti di telan  bumi, informasi tentang pelelangan dan pemenang tendernya pun lenyap seperti ditiup angin.

“Masyarakat Desa Penuba khususnya Dan kecamatan Selayar pada umumnya berharap kepada Bapak gubernur Prrovinsi kepri untuk dapat mempercepat proses pembangunan Masjid kami”, ungkap warga.

Hingga berita ini di terbitkan pihak dinas yang berkompeten di provinsi Kepulauan Riau sulit dilacak nomor kontak nya untuk di hubungi, guna mempertanyakan kelanjutan proses pekerjaan pada tahap dua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *