Radar 24jam

Radar Nusantara Group

SETIA MAWAR, KADER HMI CAB. TAKENGON ANGKAT BICARA SOAL HARGA GETAH PINUS.

Aceh tengah : Radar24jam.com

Kader HMI Cab. Takengon angkat bicara soal harga getah yang berada zadih beberapa titik wilayah Aceh Tengah , khusus nya Kec. Bintang dan Linge. Menurutnya harga getah saat ini tinggi hanya berada di luar Aceh, sedangkan di dalam Aceh sendiri tidak memberikan manfaat besar bahkan harga di bawah rata-rata. Ini di sampaikan oleh setia mawar setelah bertemu dengan humas PT. Kencana. (09/01/2021).

Harga getah yang selama ini di pandang menggiurkan ternyata hanya terlihat dari sudut pandang yang tidak sesuai kenyataan di lapangan. Hal ini di sampaikan oleh humas PT. Kencana menurut penjelasan Beben selaku humas PT. Kencana.

“kenapa di luar Aceh harga Getah Pinus tinggi karena di luar Aceh kontrak Perusahaan habis dan kemudian barang Getah Pinus tidak ada makanya mereka meninggikan harga getah PinusUcap humas tersebut”, ungkap Beben.

Terkait dengan harga getah Pinus ini masyarakat beserta Toke lokal yang berada di Aceh Tengah ini sangat kecewa terhadap faktor harga, lebih-lebih Gubernur Aceh Mengeluarkan Intruksi (INGUB) Nomor 02/instr 2020 tentang moratorium penjualan getah Pinus keluar wilayah Aceh Tengah Nomor 13 Tahun 2020 tentang larangan membawa getah komoditi bahan mentah getah Pinus keluar daerah kabupaten Aceh Tengah.

“Justru dengan adanya Ingub ini harga getah Pinus yang seharusnya melebihi harga malahan di daerah Aceh saat ini semakin jauh menurun.”, ucap Setia Mawar selaku Kader HmI Cab. Takengon.

Pada saat ini, PT. Tusam Hutan Lestari (THL) mengintruksikan bahwa seluruh Toke lokal penjualannya Harus ke PT. Kencana. Sedangkan di PT. Kencana sendiri belum bisa untuk mengolah getah untuk di produksi. Disana hanya terlihat bahan mentah yang nantinya akan di kirim ke luar Aceh, ini dalam artian Ingub yang dikeluarkan oleh Gubernur tidak berlaku.

“Komuditi getah yang seharusnya menjadi nilai tawar yang menguntungkan masyarakat dan membantu perekonomian justru terlihat menindas masyarakat itu sendiri, terkhusus kepada agen lokal yang berada di bawah naungan perusahan PT. THL.” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *