Radar 24jam

Radar Nusantara Group

SALING SALIB SUPPLIER PROGRAM BPNT KAB PANDEGLANG, MEMBUAT MOU DENGAN AGEN E WAROENG TANPA KOORDINASI DENGAN PIHAK DINSOS.

Pandeglang : Radar24jam.com

Lagi -lagi program bantuan pangan non-tunai (BPNT) di Kabupaten Pandeglang diduga makin carut-marut, selain dari segi penyaluran yang kurang maksimal bahkan antar agen e-waroeng nya pun banyak yang bermasalah, kini mulai tumbuh masalah yang baru, seolah terkesan adanya saling mendahului (terburu-buru) antar pegusaha pengadaan barang (supllier) program BPNT.

Hal itu terbukti dan terjadi di Kecamatan Bojong danKecamatan Picung. Padahal baru-baru ini pada akhir Desember 2020 kemarin telah di lakukan rapat evaluasi mengenai Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang dihadiri oleh beberapa pihak yakni, pendamping, pengusaha dan Agen E-waroeng yang dilaksanakan di kantor dinas sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang yang kini hasil rapat koordinasi tersebut masih belum jelas sampai saat ini karena masih menunggu instruksi dari kementerian.

Akan tetapi kenyataannya yang terjadi di bawah, saat ini telah terjadi perjanjian kerjasama antara supplier dan agen e waroeng, yang tanpa sepengetahuan timkor Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang. Sungguh sangat ironis sekali, seolah terkesan merekalah yang mengatur, memberikan dan yang memiliki program tersebut, padahal sejauh ini belum ada intruksi apapun dari pihak Kemensos maupun pihak Dinas Sosial Kab. Pandeglang.

Hal itu diketahui karena adanya beberapa supplier Program BPNT yang telah membuat perjanjian kerja atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan para agen di beberapa kecamatan salah satunya Kecamatan Bojong dan Picung.

Adapun nama perusahaan tersebut yakni, PT. AAM PRIMA ARTA, yang kini menuai banyak pertanyaan dan protes dari berbagai pihak perusahaan lain, dan sampai membuat geram Kepala Dinas Sosial (Kadinsos).

Seperti yang dikatakan Bu HJ. Nuriyah (Kadinsos) di salah satu grup WhatsApp “Ini yang begini tanpa konsul ke timkor sudah bergerak di lapangan, kalau ada apa-apa jelas tanggung jawab pendamping , karena semua ada konsekuensinya’, ucapnya (07/01/2021).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *