Radar 24jam

Radar Nusantara Group

MANTAN SEKRETARIS DPRD KABUPATEN PALI DPO KEJARI PALI.

Panukal Abab Lematang Ilir (PALI) : Radar24jam.com

Merugikan keuangan negara adalah perbuatan korupsi yang melawan hukum, yang sangat merugikan masyarakat banyak. Oleh karena itu koruptor harus dihukum tanpa pandang bulu oleh penegak hukum di Negeri ini. 

Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan yang baru berumur 7 tahun ini, pengelolaan keuangan daerahnya memang sangat mencurigakan. Terbukti sudah ada berapa pejabat eselon yang masuk terali besi karena terlibat perbuatan korupsi. Kabupaten yang memiliki APBD besar ini seolah menjadi ajang para pejabat untuk memperkaya diri sendiri. ” Aji Mumpung ” begitulah kira kira sebutan yang cocok untuk para oknum pejabat yang berprilaku begitu. 

Kejadian kejadian demi kejadian, banyaknya permasalahan yang menerpah kabupaten ini, termasuk banyak temuan audit BPK masalah keuangan daerah PALI yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. Merupakan “Warning” penegak hukum untuk terus menelisik masalah keuangan dan dugaan korupsi di Bumi Serepat Serasan ini. 

Terkait perbuatan dugaan melawan hukum, merugikan keuangan negara  dengan melakukan korupsi, akhirnya Kejaksaan Negeri Kabupaten PALI menetapkan Mantan Sekretaris DPRD Kabupaten PALI Arif Firdaus atau AF, sebagai tersangka Korupsi uang negara hingga Rp. 7,6 Miliar. 

Dugaan perbuatan korupsi yang dilakukan mantan Sekretaris DPRD Kabupaten PALI ini merupakan hasil audit BPK di Sektetaris Dewan Kabupaten PALI tahun anggaran 2017.

Saat ini tersangka AF menjadi buronan Kejaksaan Negeri Kabupaten PALI, pasalnya yang bersangkutan tidak kooperatif memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri PALI, menghilang belum diketahui rimbanya. 

Oknum yang sebelumnya juga perna menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten PALI ini dinyatakan tidak memenuhi panggilan Kejaksaan atau belum menyerahkan diri ke aparat penegak hukum. Saat ini Tersangka Arif Firdaus merupakan termasuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Dan bila yang bersangkutan tetap menyembunyikan diri maka Kejaksaan Negeri Kabupaten PALI akan melakukan tindakan menyebarkan foto tersangka diberbagai tempat. 

Arif Firdaus sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari PALI dan diberi deadline untuk menyerahkan diri serta bisa bertangungjawab terhadap perbuatannya karena ada dugaan melawan hukum merugikan negara pada APBD Kabupaten PALI tahun 2017 hingga mencapai Rp. 7,6 miliar. 

Hal ini disampaikan Kepala Kejaksaan NegeriPALI Marcos Marudut Simare Mare, melalui Kasi Intel Zoelkipli, Jumat (08/01/2021). 

Dikatakan Zoelkipli, bahwa surat DPO terhadap tersangka Arif Firdaus sudah dikeluarkan sesuai dengan Nomor : 01/L.6.22/01/2021. Dan setelah batas waktu untuk menyerahkan diri ke pihaknya, tapi tersangka masih membandel maka Tersangka akan ditetapkan sebagai DPO. 

”Terhadap saudara AF benar sudah kita keluarkan status DPO-nya, dan Kita sudah sampaikan ke pimpinan, untuk melakukan penyebaran terhadap foto DPO tersangka AF di tempat keramaian”, terangnya, 

Ditambahkan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) untuk dapat melakukan pencarian terhadap tersangka mantan Sekwan DPRD Kabupaten PALI tahun 2017 lalu itu. 

”Kerugian negara sebesar Rp. 7,6 Miliar. Angka itu dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumsel, yang telah dilakukan sebelumnya”, ungkapnya. 

Lanjut dia, dari fakta penyidikan nanti tidak menutup kemungkinan hasil pemeriksaan jaksa penyidik akan melakukan pengembangan, sehingga memungkinkan adanya penambahan tersangka lain. 

“Jadi, tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah. Tinggal menunggu pengembangan jaksa penyidik. Dan sejauh ini, sudah ada 53 saksi yang sudah dimintai keterangan terdiri dari anggota DPRD PALI periode  2014-2019, dan pegawai di lingkungan Sekwan PALI”, tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *