Radar 24jam

Radar Nusantara Group

DISDIK SUMEDANG VS PESANTREN CIKALAM SALING KLAIM.

Cimanggung : Radar24jam.com

Masyarakat hingga kini masih menunggu turunnya status asal usul tanah yang di pakai SMPN 1 Cimanggung, yang sudah 4 bulan di pertanyakan oleh warga dan sampai saat ini belum jelas kabarnya dari pihak Pemda Kabupaten Sumedang.

Bahkan secara tiba-tiba muncul papan pemberitahuan bahwa tanah dan bangunan SMPN 1 Cimanggung milik Pemda Sumedang BPKAD, bidang aset 2019 dengan luas tanah 7450 meter persegi yang di pasang sekitar tahun 2019 akhir. Hal itu menjadi pertanyaan masyarakat Cimanggung hingga Pesantren Cikalama angkat bicara.

Seperti dikatakan Mama KH Rd Yuyu Yusuf Sesepuh dan Pimpinan Pondok Pesantren Cikalama menegaskan munculnya papan pemberitahuan menjadi pertanyaan pihak Pesantren. Menurutnya luas lahan keseluruhan mencapai 10470m² atau sekitar 747 tumbak.

“Masyarakat hanya ingin membuka akses jalan saja tapi kenapa ada plang pemberitahuan bahwa lahan itu milik Pemda Sumedang BPKAD bidang aset tahun 2019 dengan luas tanah 7450 meter,” terangnya.

Sementara masyarakat sebelumnya meminta ijin pihak pesantren Cikalama untuk membuka akses jalan agar kendaraan roda empat bisa masuk melalui jalan tersebut.

“Pihak pesantren Cikalama mempersilahkan jika pelebaran jalan itu demi kemaslahatan masyarakat. Ya, silahkan tapi tiba-tiba muncul plang pemberitahuan bahwa lahan itu di klaim milik Pemda Sumedang tentunya itu harus diluruskan”, ucapnya.

Tentunya, masih kata Mama KH Rd Yuyu Yusuf bahwa lahan itu adalah lahan Hak Guna Pakai (HGP) dari Pesantren Cikalama untuk pendidikan dengan batas tertentu, bukan sewenang-wenang dan pemakaman masyarakat umum, bukan untuk bangunan sekolah apalagi sebelumnya muncul pihak desa yang mengaku lahan tersebut adalah carik Desa Sindanggalih Kecamatan Cimanggung.

“Akhirnya pihak desa Sindanggalih mengakui bahwa tanah tersebut bukan carik desa dan hibah dari Cikalama”, jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sindanggalih Kecamatan Cimanggung Somantri ikut menjelaskan bahwa tanah tersebut bukan milik Tanah carik Desa, tetapi itu milik Cikalama dan diwakafkan buat warga untuk pemakaman umum.

“Tanah itu jelas berawal dari wakaf pesantren Cikalama untuk pendidikan juga pemakaman masyarakat umum”, paparnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *